Download Ebook Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran pdf

Download Ebook Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie pdf terbaru.

Catatan seorang demonstran

Identitas Ebook / Buku :

Judul : Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran
Penulis : Soe Hok Gie
Penyunting : Ismid Hadad, Fuad Hashem, Aswab Mahasin, Ismet Nasir dan Daniel Dhakidae
Penerbit : Pustaka LP3ES Indonesia
Terbit :  VII, Mei 2005
Tebal buku :  xx+385 halaman
Tebal ebook : 262 halaman
Size ebook : 21.00 m.b.

"Catatan Seorang Demonstran" adalah buku jurnal yang ditulis oleh seorang aktivis mahasiswa bernama Soe Hok Gie, yang diterbitkan pada tahun 1983. Buku ini mendapat sorotan setelah muncul dalam adegan singkat dalam film "Ada Apa dengan Cinta?" dan akhirnya diangkat menjadi film layar lebar dengan sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana.

Ketika film "Gie," yang mengisahkan kehidupan Soe Hok Gie, dirilis pada tahun 2005, buku ini juga diterbitkan kembali dengan sampul depan yang menampilkan wajah Nicholas Saputra, aktor yang memerankan Soe Hok Gie dalam film tersebut. [Sumber: Wikipedia.com]

Profile Penulis : 


Soe Hok Gie. Foto: Wikipedia.com

Soe Hok Gie adalah seorang aktivis Indonesia keturunan Tionghoa yang melawan kediktatoran yang berlangsung pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan Soeharto. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 17 Desember 1942 dan meninggal di Gunung Semeru pada tanggal 16 Desember 1969, saat usianya baru 26 tahun. Soe merupakan seorang mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dengan jurusan Sejarah, yang menuntut ilmu dari tahun 1962 hingga 1969.

Keluarga Soe Hok Gie adalah keturunan Tionghoa Katolik Roma, dengan leluhurnya berasal dari provinsi Hainan, Republik Rakyat Tiongkok. Ayahnya bernama Soe Lie Piet atau dikenal juga dengan nama Salam Sutrawan. Ia adalah anak keempat dari lima bersaudara dalam keluarganya. Salah satu kakaknya, Arief Budiman, adalah seorang sosiolog dan dosen di Universitas Kristen Satya Wacana, yang juga memiliki keterlibatan kritis dan vokal dalam politik Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Kolese Kanisius, Soe melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia mulai tahun 1962 hingga 1969. Setelah lulus, ia menjadi dosen di almamaternya itu hingga akhir hayatnya. Sebagai seorang mahasiswa, Soe aktif dalam gerakan perlawanan, memprotes Presiden Sukarno dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia juga seorang penulis produktif, dengan banyak artikel yang dipublikasikan di berbagai koran seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya.

Setelah film berjudul "Gie" dirilis oleh Riri Riza pada tahun 2005, artikel-artikel yang pernah ditulis oleh Soe dikumpulkan dan diterbitkan oleh Stanley dan Aris Santoso dalam buku berjudul "Zaman Peralihan" oleh penerbit Gagas Media. Film tersebut mengangkat kisah perjalanan hidup dan aktivisme Soe Hok Gie, yang menjadi sorotan dan menginspirasi banyak orang setelah kematiannya.

Buku harian Soe Hok Gie, yang berjudul "Catatan Seorang Demonstran," diterbitkan pada tahun 1983. Buku ini berisi opini dan pengalaman pribadinya terkait dengan aksi-aksi demokrasi. Selain itu, tesis universitas Soe yang berjudul "Di Bawah Lantera Merah" juga ikut diterbitkan.

Kehidupan dan perjalanan aktivisme Soe Hok Gie menjadi sumber inspirasi untuk film berjudul "Gie" pada tahun 2005. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dan dibintangi oleh Nicholas Saputra sebagai perwujudan Soe Hok Gie. Selain itu, Soe juga menjadi subjek dalam sebuah buku berjudul "Soe Hok Gie: Diary of a Young Indonesian Intellectual" yang ditulis oleh Dr. John Maxwell pada tahun 1997. Buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2001 dengan judul "Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani."

Soe Hok Gie dikenal sebagai seorang penulis yang produktif di berbagai media massa seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya, yang merupakan sepertiga dari seluruh karyanya, selama masa Orde Baru (kurun waktu tiga tahun), telah dibukukan dan diterbitkan dengan judul "Zaman Peralihan" pada tahun 1995 oleh penerbit Bentang.

Selain itu, skripsi sarjana Soe yang membahas tentang Sarekat Islam Semarang juga diterbitkan oleh Yayasan Bentang dengan judul "Di Bawah Lentera Merah" pada tahun 1999. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas tentang pemberontakan PKI di Madiun juga telah dibukukan dengan judul "Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan." [Sumber: Wikipedia]

Kata Pengantar:

Bagian I mengisahkan pandangan beberapa orang tentang sosok Soe Hok Gie (selanjutnya disebut SHG), seperti Harsja W Bachtiar (Dekan Fakultas Sastra UI pada masa SHG menjadi mahasiswa), Arief Budiman (abang kandung SHG), dan tulisan dari Daniel Dhakidae yang mengenal SHG melalui karya-karyanya. Di bagian ini, Arief Budiman menceritakan percakapannya dengan adiknya, Gie, sebelum Gie meninggal:

"Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar, dan sejenisnya. Makin lama, makin banyak musuh saya dan semakin sedikit orang yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas, tapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Apa ini bukan semacam onani yang konyol? Kadang-kadang saya merasa sungguh kesepian.

Seorang teman dari Amerika menjawab keluhannya, 'Gie, seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian, selalu. Mula-mula kau membantu menggulingkan suatu kekuasaan yang korup untuk menegakkan kekuasaan lain yang lebih bersih. Tapi sesudah kekuasaan baru ini berkuasa, orang seperti kau akan terasing lagi dan akan terlempar dari sistem kekuasaan. Ini akan terjadi terus-menerus. Bersedialah menerima nasib ini, kalau kau mau bertahan sebagai seorang intelektual yang merdeka: sendirian, kesepian, dan penderitaan.'

'Harsya W. Bachtiar menambahkan, 'Di tengah-tengah pertentangan politik agama, kepentingan golongan, ia tegak berdiri di atas prinsip perikemanusiaan dan keadilan, dan secara jujur dan berani menyampaikan kritik-kritik atas dasar prinsip-prinsip itu demi kemajuan bangsa. Karena itu kami mendukung dan akan meneruskan cita-cita dan ide-idenya.'"

Bagian II merupakan catatan harian Gie sendiri mulai dari tanggal 4 Maret 1957 hingga 8 Desember 1969. Catatan ini dibagi menjadi enam episode, yaitu Masa Kecil, Di Ambang Remaja, dan Lahirnya Seorang Aktivis yang memberikan latar belakang tentang kejiwaan Soe Hok Gie.

Bagian III dimulai dari tanggal 24 Februari 1968, mencakup perjalanan ke Amerika, politik pesta dan cinta, serta akhirnya mencari makna. Bagian ini adalah catatan pengalaman sehari-hari yang melukiskan peristiwa, pendapat, gejolak perasaan dalam lika-liku hidupnya sebagai seorang pemuda yang tak lepas dari kegembiraan, kesedihan, benci, cinta, dan kecewa.


Komentar ebook : 

Nah buku ini sangat cocok buat kalian para mahasiswa yang sering melakukan kegiatan aktivis atau seorang aktivis mau itu aktivis apa saja, mulai dari politik, alam dan sebagainya. Nah saya sarankan untuk membaca buku ini agar pikiran kita lebih terbuka dalam nanti kita akan melakukan demonstran atau aksi.
Maka silahkan download ebook dibawah ini yaa. Silahkan mencoba.

Download ebook :

Download ebook "Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran" ini yaa dibawah ini. Tinggal klik download aja yaa.
Silahkan mencoba.

(Jika terjadi kesalahan atau kegagalan dalam mendownload, cobalah dengan mengganti server download anda:)

Server 1 : DOWNLOAD
Server 2 : DOWNLOAD
Server 3 : DOWNLOAD

Note :
“ Jika ada yang keberatan dengan publikasi buku tertentu dalam situs kami ini (Mengenai hal hak cipta dan lain hal sebagainya) mohon hubungi kami langsung melalui form Hubungi Kami. Maka kami akan segera menghapusnya dari situs kami...”

Atas perhatiannya kami ucapkan Terima kasih dan salam hangat.
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments