Download Ebook Kisah Laila Majnun pdf

Download ebook kisah cinta Laila Majnun Bahasa Indonesia lengkap pdf.


Identitas Ebook :

Judul ebook : Laila Majnun
Pengarang / Karya : Nizami
Edit by : Foxit PDF Editor
Copyright by : Foxit Corporation 2003 - 2010 for evulution only.
Ukuran ebook : 2.19 m.b.
Tebal ebook : 12 halaman.

Penggalan Kisah : 

Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang
diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka berdua. "Mengapa tidak?" jawab sang kepala suku. "Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya." Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. "Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami."
Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang
anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telah memperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis. Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.
Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-"Sang Malam". Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.

Pendapat atau sudut pandang tentang kisah Laila Majnun :

1. Suatu ketika Qaiz (Majnun) kaget, tiba-tiba ada anjing dari kampungnya Laila.
Sekonyong-konyongnya berjalan lewat didepannya Qaiz kemudian Qaiz mengikutinya karena dia pengen segera ketemu dengan Laila.
"Jangan-jangan ini bisa mempertemukan aku dengan Laila" Kata Qaiz.
Ditengah perjalanan Qaiz melewati sekelompok orang kampung sedang yang melaksanakan ibadah shalat.
Mungkin anjingnya lewat masjid tapi Qaiz tidak melihat mereka yang sedang shalat, karena Qaiz sedang konsentrasi mengejar anjingnya Laila.
Setelah Qaiz pulang. Orang yang tadi sedang sholat marah-marah pada Qaiz.
Kata orang yang marah : "Wahai Qaiz tadi engkau melewati kami  saat sedang shalat, kenapa kau tidak ikut shalat dengan kami? Kok kamu gk lihat kita shalat kamu lewati saja"
Qaiz pun berkata : " Demi Allah saat kalian sedang shalat berjamaah, Aku sama sekali tidak melihat kalian."
Kenapa? Karena hatinya Qaiz hanya fokus pada anjing dan yang dicintainya Laila. Siapa tau anjingnya bisa mempertemukannya dengan Laila.
Katanya Qaiz : *"Bila kalian benar-benar cinta pada Allah sebagaimana diriku cinta pada Laila pasti kalian tidak melihat aku. Padahal kalian sedang berbicara dengan Allah tapi mengapa kalian masih bisa memperhatikan diriku*
*Aku saja yang mengejar anjing kepunyaan Laila Pujaan hatiku Sama sekali tidak melihat kalian*
*Aku aja cuma anjing aja sampe lupa sama kalian. Kalian sama Allah loh masih bisa sibuk sama diriku*
**Nah itu sindiran Qaiz pada orang-orang yang tadi.

2. *Kisah ke-2 Laila Majnun*
Suatu ketika di rumah Laila diadakan pesta, semua warga desa diundang.
Majnun yang tidak diundang, menyusup saja masuk ke rumah Laila. Sampai di dalam rumah, Dia lihat orang -orang mengantri, dia juga ikut antri.
Nah, waktu dia ngantri, yang membagikan antrian kan Laila. Jadi dengan ikut antri itu, dia bisa memandang wajah nya Laila.
Waktu pas Majnun dapat antrian, Laila ini tidak memberikan makanan pada Qaiz (Majnun)  tetapi malah piring yang untuk Qaiz dibanting sampe pecah.
Seketika itu, keluarganya Laila senang
"Alhamdulillah Laila sudah sadar sekarang" kata salah seorang keluarga Laila.
Semua orang disana senang semua, tapi ada orang yang sadar dan melihat Qaiz sambil berkata,
"Ini Qaiz gk sadar? Malah ikutan senang juga?" Kata salah satu orang pesta.
Kemudian Qaiz ditanya :
"Eh, Qaiz kok kamu malah tersenyum? Kamu kan habis dipermalukan di depan semua warga desa. Kenapa muka mu masih senyum?" Tanya seorang warga desa.
Qaiz :  (heran)  "Loh, kenapa saya dipermalukan?"
Warga : "Waktu tadi Laila mecahin piringmu."
Qaiz : "Bukan begitu kamu salah paham. Laila itu memecahkan piringku tujuannya hanya satu, agar Aku ikut antrian lagi, kalau Aku ikut antrian lagi, Aku bisa bertemu lagi dengan Laila, bisa  belama - lama saling memandang. Sehingga rindu nya bisa terobati, jadi  rahasianya disitu."
**Ini sebenarnya sindiran bahwa
*" Kalau Allah ngasih kamu susah, ujian, dan kesulitan. Itu mungkin karena Allah ingin deketnya lama sama dirimu.
Kalau doa mu lama tidak dikabul - kabulkan berarti Allah suka rindu mendengarkan suaramu terus. Jadi jangan salah paham dulu. Maka cintailah Allah, dekatilah Allah, dengan rasa cinta. Maka kamu tidak akan kecewa, tidak akan mengeluh, tidak akan putus asa karena banyak rahasia dibalik itu.
**Nah itu, Rahasia CINTA ILAHI
Seperti Laila yang banting piringnya Qaiz.
**Itu kalo dilihat biasa saja, keliatan oh ini mah tega sekali sama Qaiz.
Tapi Qaiz yang ngerti rahasianya malah tertawa sedangkan orang kampung yang tidak tahu, sorak - sorak "Wah Laila sudah sadar" padahal bukan begitu maksudnya.

3. Suatu ketika majnun ini sakit, terus sama teman - temannya dibawa ke tabib.
Tabib : "Oh ini sakitnya parah harus dibedah karena ada yang infeksi, ada darah yang harus dikeluarkan."
Majnun : "Jangan,  saya tidak mau dibedah."
Tabibnya bingung : " Lah kok kamu takut? Selama ini kamu keluar masuk  masuk hutan sendiri, sama macan tidak takut, apalagi binatang buas, lah kok kamu dibedah aja takut?"
Majnun : "Bukan dibedahnya yang saya takut."
Tabib : "Lah kamu takutnya apa?"
Majnun : "Aku takut pisaunya menyakiti  Laila"

Tabibnya heran : "Loh menyakiti dari jalur mananya? Orang yang dibedah juga badan kamu."
Majnun : " Justru itu. Laila ada disetiap bagian tubuhku dan dia ada dalam aliran darahku. Jadi, aku takut menyakitinya."

Kesimpulan : Jadi ini sebuah pelajaran lagi bagi kita bahwa "Ketika orang sudah sangat mencintai antara yang dicintai dan yang mencintai, sudah tidak terbedakan lagi. JADI, jika Laila disakiti Majnun yang sakit, kalo Majnun yang disakiti Laila yang sakit. Jadi ketika Majnun dibedah dikhawatirkan oleh Majnun adalah sakitnya Laila. Kenapa? Kalo Laila tau Majnun dibedah, Laila yang sakit. Nah itulah yang dikhawatirkan oleh Majnun.

4. Ada kisah suatu saat Majnun ini ingin bertemu dengan Laila terus dia naik onta tapi sayangnya ontanya baru saja melahirkan. Nah, onta yang baru saja melahirkan ini masih sayang sayangnya sama ananknya. Jadi, waktu ditunggangi oleh Majnun, ontanya bolak-balik mau maju tapi dia mau mundur lagi. Maju terus mundur lagi, gitu aja terus. Gk akan nyampe-nyampe. Akhirnya Majnun turun dan berkata "Sudahlah saatnya kita berpisah, cintamu dan cintaku sudah tidak sejalan"
Iyaa kan, soalnya ontanya mencintai anaknya sedangkan Majnun mencintai Laila, jadi cintanya tak sejalan.
"Karena menuggangi kamu, selama ini aku berjalan ditempat, kadang maju kadang mundur. Perjalanan beberapa hari memakan waktu 60 tahun (maksudnya lama sekali). Tidak aku tidak akan menunggaimu lagi" kata Majnun.
Majnun turun terus lari, dan jatuh hingga kakinya patah. Tapi dia gk putus asa terus kakinya di ikat olehnya sendiri kemudian dia menggelindingkan badannya, muter menggelinding seperti bola, demi bertemu sang pujaan hati.
*Pelajaran dari kisah ini*
*"Kalau engkau masih terikat oleh dunia oleh hal diluar dirimu. Seperti onta tadi yang masih kamu tunggangi, kamu tidak akan sampai kepada yang kamu cintai. Kalau masih sangat banyak beban yang harus kamu bawa, kamu gak akan nyampe-nyampe. Maka tinggalkan semua bebanmu, berjalanlah, berlarilah, menggelindinglah menuju yang kamu cintai. Ya yang dicintai pastinya Allah

5. Terkahir. Suatu ketika khalifah ini yang mendengar cerita Laila Majnun sangat populer lagi viral-viralnya. Suatu ketika ingin tau 'Anak muda yang dilanda cinta itu seperti apa?' Kemudian dia lihat ditemuinya Laila tapi dia heran, Laila itu cuma kayak gini aja toh wajahnya (gak cantik - cantik amat). Qaiz jadi Majnun karena kamu gak masuk akal (gila).
"Apa yang dilihat dari dirimu sehingga membuatnya tergila-gila padamu?"
"Kamu bukan wanita yang sangat cantik, banyak wanita lain yang secantik kamu bahkan mungkin lebih cantik daripada kamu"
Ada cerita yang bilang katanya khalifah "bahkan dayangku yang paling jelek lebih cantik daripada kamu (Laila)."
Tapi Laila menjawab "Diamlah, yang dia lihat tidak terlihat oleh dirimu, karena kamu bukan Majnun"
Ya, kamu tidak tau, karena kamu bukan yang mencintai, *Hanya yang mencintai tau keindahan yang dicintai*


Download ebook :

Download ebook "Kisah Laila Majnun" ini yaa dibawah ini. Tinggal klik download aja yaa.
Silahkan mencoba.

(Jika terjadi kesalahan atau kegagalan dalam mendownload, cobalah dengan mengganti server download anda:)

Server 1 : DOWNLOAD
Server 2 : DOWNLOAD

Note :
“ Jika ada yang keberatan dengan publikasi buku tertentu dalam situs kami ini (Mengenai hal hak cipta dan lain hal sebagainya) mohon hubungi kami langsung melalui form Hubungi Kami. Maka kami akan segera menghapusnya dari situs kami...”


Atas perhatiannya kami ucapkan Terima kasih dan salam hangat.
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments